Peran Posyandu Remaja Dimata Dosen UI

Apa dan bagaimana peranan posyandu remaja yang digagas oleh salah satu dosen UI beberapa waktu lalu , kenapa posyandu remaja dipandang sangat strategis sekarang -Umumnya Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) ditujukan bagi anak usia dini atau balita (bawah lima tahun).Namun, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia ( UI) menggagas “Posyandu Remaja” pertama di Kota Tangerang Selatan.

Program ini digagas oleh Dosen Vokasi UI Badra Al Aufa dengan menggandeng Dinas Kesehatan Tangerang Selatan dan Forum Anak Kota Tangerang Selatan.Saat ini sudah ada tiga Posyandu Remaja yang telah beroperasi sejak Agustus 2018 dan akan terus bertambah. Hal ini merupakan pengamalan salah satu tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat.

“Kegiatan ini diawali dengan pembentukan kader pada Agustus lalu. Adapun sasaran utama Posyandu ini adalah remaja usia 10-18 tahun. Saya melihat dibutuhkan pula pelayanan kesehatan berkesinambungan yang menyentuh seluruh tahapan siklus hidup manusia,” ujar Badra Al Aufa seperti dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com (19/11/2018).

Posyandu Remaja memberikan pelayanan melalui tahapan yaitu Registrasi, Antropometri (pengukuran tensi darah, tinggi badan, berat badan, bersifat umum), dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggagas Posyandu Remaja pertama di Kota Tangerang Selatan. Dok. Vokasi UI Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggagas Posyandu Remaja pertama di Kota Tangerang Selatan.

Dalam pelaksanaan tugasnya para kader akan didampingi petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Tangsel. Masing-masing posyandu diharapkan mampu menjaring 50 remaja.Tiga Posyandu Remaja yang sudah beroperasi adalah Posyandu Kelurahan Serua, Sawah Baru, dan Cempaka Putih, Tangerang Selatan.Tidak hanya sosialisasi tindakan kesehatan saja namun juga dikombinasikan dengan permainan kesehatan.

Posyandu Remaja juga memfasilitasi remaja memahami permasalahan kesehatan remaja, penyuluhan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif), menemukan alternatif pemecahan masalah, membentuk kelompok dukungan remaja, memperluas jangkauan Puskesmas, terutama bagi remaja daerah yang memiliki keterbatasan akses.

Diharapkan upaya pengabdian masyarakat yang dijalankan Dosen Vokasi UI ini dapat mendukung program Pemerintah di dalam menjalankan pendekatan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan berkesinambungan (continuum of care) sesuai dengan Rencana Strategis Menteri Kesehatan RI tahun 2015-2019.